RSS
Hello! Welcome to my blog. Be my follower OK. And feel free to drop your comment. Thanks. Fath Lilia... :)

Badminton World Championship 2013


IN-DO-NE-SIA prok-prok-prok-prok-prok
IN-DO-NE-SIA prok-prok-prok-prok-prok
IN-DO-NE-SIA prok-prok-prok-prok-prok 

Udah tahu teriakan khas diatas kan?

Yup! yel-yel semangat buat para pejuang Indonesia yang berusaha mengharumkan nama bangsa lewat raket dan shuttlecock.

>>BADMINTON<<

Satu-satunya cabang olahraga yang berhasil menyumbangkan 6 medali emas olimpade selama 5 tahun berturut-turut sejak olimpiade tahun 1992 di Barcelona sampai tahun 2008 di Beijing.

Memang pada olimpiade tahun lalu yang diselenggarakan di London, bulutangkis gagal menyumbangkan medali untuk ibu pertiwi. Dan keadaan diperparah dengan didiskualifikasinya ganda putri Indonesia dari olimpiade. Nama bulutangkis seakan langsung turun kala itu. Semua stasiun yang sebelumnya tak pernah menayangkan berita apapun tentang bulutangkis, langsung menjadikan dua kejadian di atas sebagai headline berita mereka.

Luka menganga di jantung hati para pecinta sekaligus para partisipan olahraga tepok bulu Indonesia. Cabang olahraga yang sebelumnya di setiap olimpiade tak pernah absen mengibarkan Sang Merah Putih di tiang tertinggi, mengumandangkan Indonesia Raya di seluruh penjuru dunia, dihujat oleh masyarakatnya sendiri. Sungguh ironis negeri ini. Mencaci pahlawan negeri sendiri.

Tahun 2013, bulutangkis kembali menunjukkan prestasinya. 10 Maret 2013, ganda canpuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, untuk kedua kalinya berhasil menjuarai turnamen bulutangkis tertua di dunia, All England, setelah mengalahkan pasangan China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.


Luka mulai terobati, beberapa stasiun TV Indonesia mulai memberitakan hal tersebut, walaupun hanya beberapa menit saja, walaupun hanya tulisan yang berjalan dibagian bawah televisi.

Tidak hanya itu, dari 4 semifinalis ganda campuran All England 2013, 3 diantaranya berasal dari Indonesia. Dan yang menumbangkan semua unggulan XD berasal dari Indonesia.


16 Juni 2013, dihadapan publiknya sendiri, ganda putra terbaik Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, mempersembahkan satu lagi gelar Super Series di Djarum Indonesia Open Premier Super Series 2013. Walaupun belum satu tahun dipasangkan, mereka untuk kedua kalinya berhasil mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun dengan 2 set langsung, 21-14 21-18.


Pujian kembali mengalir kepada bulutangkis Indonesia. Badminton Lovers bersuka cita.

Dan puncaknya pada tanggal 11 Agustus 2013, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia. Dalam sehari, 2 kali bendera Indonesia dikerek paling tinggi dibandingkan bendera negara lain. Dan 2 kali pula Indonesia raya berkumandang di negeri Tirai Bambu tersebut.


Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, dengan skor yang tragis 21-13 16-21 22-20, berhasil membungkam publik China karena telah mengalahkan pasangan nomor wahid dunia Xu Chen/Ma Jin. Sempat hampir kalah di set ketiga dengan skor 18-20 untuk China, publik China berdiri, bersorak hendak memberikan aplaus untuk altet mereka, sedangkan Indonesia, mulai berdoa dan tak sedikit pula yang pesimis dengan hasilnya. Namun Owi/Butet punya mental juara yang tak perlu dipertanyakan lagi. 4 poin berturut-turut diraih dan mengukuhkan mereka menjadi Sang Juara Dunia. Untuk yang pertama kalinya bagi Owi dan ketiga kalinya menjadi juara dunia bagi Liliyana Natsir.

Indonesia bersorak, publik China pun bungkam, menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri bahwa pahlawan mereka harus tunduk di tangan punggawa terbaik Indonesia dengan skor yang menyesakkan.



Euforia pecinta badminton Indonesia berlanjut. Ganda putra andalan Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil menundukkan pasangan senior asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen dua set langsung dengan skor 21-13 23-21. Sang Merah Putih berkibar, Indonesia Raya menggema di Guangzhou, hati rakyat Indonesia bergetar.




Terima kasih banyak pahlawanku...
Terima kasih banyak pahlawan kami...
Berkali-kali kalian telah mengharumkan nama Ibu Pertiwi...
Tetaplah berjuang...
Kami akan tetap disini...
Selalu mendukung kalian...
Para pecinta bulutangkis Indonesia...

Jaya Pahlawanku...
Jaya Bulutangkisku....
Jaya Negeriku....


Salam Juara...
Salam Bulutangkis Indonesia...

^_^

GALAU #modeon


ForYourInformation
Aku pas nulis judul dari postingan ini, jam di laptopku tepat menunjukkan angka 00:00 lho.
Iyap! q tahu. Gak penting memang.

Langsung cerita aja deh!

Kalau kalian biasa wara wiri di Facebook kalian pasti sering nemuin hashtag #galaumodeon atau #galau #modeon. Iya kan? Ya, aku juga sering update status yg kayak gitu soalnya. hehe. No protes!

Malem-malem Tengah malem mainan laptop sendirian. Udah bosen mantengin YouTube dari tadi sore sampek hafal semua video di YouTube <<kalo ini jelas banget bo'ongnya, ngubek2 asianfanfics juga authornya gak ada yang update story--yg tag.nya Taeteuk maksudnya--tahu Taeteuk gak? kalo gak tahu nanya deh ke mbah google ntar pasti dijawab. mbah google orangnya baik banget kok. kemaren aja aku mampir ke rumahnya aku dikasih rawon. ?.? (abaikan! udah malem, otak udah mulai gak sinkron), mau nonton film, gak ada film di laptop, nonton drama? udah tamat semua dramanya, nonton variety show, udah sampek bosen.

Dan yap! akhirnya larinya ke twitter. Karena aku gak tahu cara makek twitter (maklumi ya kalo agak gaptek *senyum tanpa dosa. >itu bukan agak gaptek woy! tapi gaptek banget! ya santai aja woy!)<< oke, abaikan lagi!. Di twitter gak ada temen yg bisa diajak ngobrol, soalnya aku emang gak biasa makek twitter sih. Jadinya ya mention2 gak jelas gitu ke twitter accountnya Sunny, membernya Girls Generation. Tahu Girls Generation kan? So Nyeo Shi Dae? SNSD? Soshi? Gak tahu parah! Iya, gitu. Tapi jangan dikira aku mention pakek bahasa korea ya. Aku buta huruf korea soalnya. Jadinya nulisnya makek Bahasa Inggris-sok2an dikit gak papa kali, bisa bilang yes no yes no kan berarti bisa bahasa inggris juga-. Gak tahu itu entar si Sunny-nya ngerti apa enggak.

Udah sering mention sih, tapi gak pernah dibales! Yaeyalah! Fans-nya dia ada di seluruh penjuru dunia dan bukan lo aja yg follow twitternya dia! Yang mention ke dia! *tanda seru sepertinya sedang populer hari ini*. Bosen gak ngapa2in di twitter, pindahlah diriku ke Facebook.

Di Facebook, akhirnya gak ngapa2in juga. Cuma liatin wall dan baca status orang2 yang lagi galau, pacaran, marahan, jualan, sampek arisanpun juga ada. Kalo gak ada yg dikerjain gini, rasanya tuh kayak pengen ngupload lirik semua lagu2 galau terus pakek hashtag #galaumodeon. Tapi gak jadi, soalnya aku takut dimarahin temen2ku gara-gara wall mereka penuh sama statusku doang.

Akhirnya setelah me-reload page sekitar 827kali, datanglah notification. Liat ada notification di Facebook tuh rasanya kayak terbang ke negeri Prancis, naik pesawat gak pakek karcis, berenang-renang bersama ikan-ikan manis di sungai seine nan romantis.

Nemu deh satu temen buat komen2an. Tapi baru bentar, eh anaknya udah ilang gak tahu kemana.

Dan pada akhirnya.
dumdumdumdumdumdumdum...... (anggap aja suara genderang yg seperti mau perang)
larilah saya ke blog tercinta. Setelah sekian lama hiatus, akhirnya nulis lagi. Padahal dulu ada janji kalo bakal cerita soal masa SMA. Tapi sorry ya, idenya lagi belum dateng. Jadi ya ditunggu aja dulu-buat yang mau nunggu pastinya).

sudah? ya, sudah! demikian dalam program acara NSGJ (Ngomong Sendiri Gak Jelas)
Sama jumpa !!!!!
\(^o^)/

Cerita eS eM A (part 1)


Dulu pas masih SMP kalo ngeliat anak SMA itu wah! banget deh. Selalu mikir, kapan ya bisa jadi anak SMA? Kapan ya bisa mejeng kesana kemari kayak anak SMA? Apa aku bakal nemu pacar disana? Ups! :)
Ya kayak gitu pikirannya.

Hari pertama masuk SMA udah disambut sama Mbak dan Mas Sidis (read: Sie Kedisiplinan). Mukanya udah pada angker2 semua tuh. Berdiri dengan tatapan mematikan(?) di pos satpam(?). Iya soalnya deketnya pintu gerbang itu pos satpam.

Sambil dilirik disuruh pakek bando2 aneh, ID card yg sampek sekarang aku juga gak tahu itu bentuknya apa, sama lat tulis yang direntengin pakek benang bol (tahu benang bol kan? gak tahu? yaudah) terus ditaliin di pinggang. Gak boleh bawa tas. Bolehnya bawa kardus. Semua alat2 ditaruh kardus. Mulai buku, alat solat sampek sandal jepit. Dan sandal jepitnya pun harus warna merah. Tahu sandal swallow? lha sendal jepit kayak gitu. Satu sekolah sendalnya kayak gitu semua. Perusahaan swallow untungnya naek beratus ratus persen gara2 MOS.

Senin sampai Jumat kita MOS, disuruh ini itu yang aneh2 sama kakak kelas. Mulai minta tanda tangan kesana kemari, bikin origami, nyari stempel ekskul, baris panas2 di lapangan sampek pakek sepatu kresek. Dan akhirnya... jeng jeng jeng.... MOS selesai, Sidis yang tadinya menakutnkan berubah drastis jadi penyanyi dan pemain band di atas panggung. Nyanyi2 deh kita sama Mbak sama Mas Sidis.

Tidak sampai disitu saja kawan, okelah hari jumat kita pulang awal. Tapi abis itu kita harus balik lagi untuk ikut PPCTA (lupa kepanjangannya apa..). Pokoknya yang acaranya kemah itu lho..

Dua hari disiksa sama senior, keliling kota(?) sambil pakek adonan tepung diwajah, dipanasin di lapangan, udah persis jadi kayak Pramuka Goreng(?). Tinggal ditaruh piring, gak jauh beda tuh sama pisang goreng.

Setelah satu minggu penuh penyiksaan, kita akhirnya bisa masuk sekolah dengan seragam kebesaran SMA ==> putih abu-abu.

Kegiatan2 seru dan asyik kita jalani, diawali dengan KTS I (Kegiatan Tengah Semester I). Diadain lomba antar kelas. Mulai lomba kebersihan kelas, bagus2an taman, senam gokil, terus apa lagi ya?? lupa. hehe :P

Abis itu pas semester II, ada KTS lagi yang ke-2. Disana ada acara yg paling aku suka. Apa? Yup! Fun Bike. Maklum, belum boleh bawa motor ke sekolah, ya jadinya suka banget naik sepeda ontel :D Kita satu kelas bikin sweater, samaan satu kelas. Biar keliatan akur gitu.

Tibalah saat pembagian rapor dan pembagian jurusan! Udah pada sedih2 itu. Mikirnya gak mau pisah sama teman2 satu kelas, tapi juga karena takut kalo jurusan yang di dapet gak sesuai sama yang diharapkan. Dan aku, Alhamdulillah aku masuk di jurusan IPA seperti yang aku pengen. Ada beberapa temen yang enggak terima sama jurusannya. Tapi untungnya sekolah masih ngadain pindah jurusan. Jadi yang tadi jurusannya pada gak cocok, bisa ikut tes pindah jurusan begichu...

Yah! dan sinilah akhir dari kelas satuku tercinta kelas X-2. Temen2 udah pada pisah, mencar kelas. Tapi untungnya di kelas XI ada banyak anak X-2 yg satu kelas lagi sama aku!

Itu tadi cerita seputar SMA pas aku masih kelas X. Masih jadi anak baik2. Masih nurut sama aturan, belum berani bolos hehe :P.

Kita lanjutnya lanjutkan cerita kelas XI di part yg lain...

Bye bye! :D

Liliyana Natsir is a Witch




Liliyana Natsir adalah penyihir di lapangan. 
 
Sapaan akrabnya adalah Butet, gadis kelahiran Manado 9 September 1985 ini selalu sukses berpasangan dengan siapa pun. Seolah memiliki sihir yang luar biasa, lebih dari satu ganda monster negeri tirai bambu ia taklukkan. Berikut adalah beberapa sihir yang dilakukan Butet :

2007: WDF China Master
Liliyana NATSIR/Vita MARISSA VS YANG Wei/ZHAO Ting Ting


Pada set penentuan, vitet sempat tertinggal 13-15, namun mereka terus mengejar ketertinggalan bahkan membalik keadaan hingga game point 20-15. Sempat juga terkena syndrome 20, namun itu tak berlangsung lama, dan mereka pun keluar sebagai juara dengan skor 21-16.
 
Boneka pandanya lucu ya.. tapi masih kalah lucu sama Butet ^_^
 ***

2011: XDR2 Singapore Open
Liliyana NATSIR/Tontowi AHMAD VS MA Jin/XU Chen


Keajaiban sihir butet terjadi saat set pertama tertinggal cukup jauh 7-11, ia bersama owi mulai bisa mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan menjadi 12-12 dan akhirnya menuntaskan set pertama dengan skor 21-14. Seperti mendapat angin segar, set kedua dimenangkan owi-butet dengan skor telak 21-10.
 
 
No Comment.. :P
***

2011: XDSF SINGAPORE OPEN
Liliyana NATSIR/Tontowi AHMAD VS ZHAO Yunlei/ZANG Nan


Tertinggal sangat jauh di set pertama 6-15, ia bersama owi mencoba mengejar ketertinggalan hingga point menjadi 15-18. Namun duo Z ini mengunci point owi-butet hingga game point 15-20, di sinilah keajaiban terbesar sihir butet terjadi ia berbalik mengunci point duo Z hingga memaksakan deuce 20-20, dan akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 23-21. Set kedua menjadi milik owi-butet dengan skor 21-16.
 
Kejar Shuttlecock-nya Bang Owi ^^

 Horeee menaaaang \\(^o^)//
***

2012: XDSF INDONESIA OPEN
Liliyana NATSIR/Tontowi AHMAD VS MA Jin/XU Chen


Di set penentuan owi-butet sempat tertinggal 13-15, namun mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 15-15, dan dituntaskan dengan skor 21-16. Sehingga mereka dapat melaju ke partai Final.
 
Semangat Ci Butet !! :D

Aduh, so sweet-nya.. Kasian tuh Xu Chen/Ma Jin dicuekin ^^ 
***
Itulah beberapa sihir Butet di lapangan hijau, semoga sihir itu bisa membuatnya memboyong emas ke Indonesia di pesta olah raga akbar empat tahunan Olympic Games yang tahun ini diselenggarakan London 2012.
Artikel by : Kiryu Ai

Kiprah Bulutangkis Indonesia di Olimpiade


Olimpiade Munich, 1972

Bulutangkis adalah salah satu dari dua olahraga percobaan pada Olimpiade 1972 di Munich. Ini adalah pertama kalinya olahraga yang berasal dari Inggris ini diperlombakan di ajang Olimpiade, dan bulu tangkis akhirnya menjadi even resmi Olimpiade 20 tahun kemudian.

25 atlet dari 11 negara berpartisipasi dalam empat even. Hal yang menarik dari pertandingan ini adalah beberapa pertandingan di nomor beregu diikuti oleh pemain dari dua negara yang berbeda, sesuatu yang tidak diperbolehkan pada pertandingan resmi Olimpiade sejak 1904. Semua pertandingan berlangsung tanggal 4 september.

Saat itu nama-nama atlet Indonesia menghiasi hampir di semua babak final, bahkan merebut juara. Seperti  Rudy Hartono (tunggal putra) dan Ade Chandra/Christian Hadinata (ganda putra). Dan pada saat itu, China tidak mengirimkan satupun atletnya pada pertandingan ini.


Olimpiade Barcelona, 1992

Bulutangkis resmi dipertandingkan untuk pertama kalinya di Olimpiade.Sebanyak 36 negara ikut serta dengan total 177 atlet.

Pada olimpiade ini, untuk pertama kalinya Indonesia meraih medali emasnya dari cabang ini. Yaitu dari sektor tunggal putra, Alan Budikusuma dan Susy Susanti dari sektor tunggal putri.


Selain itu Indonesia juga meraih medali perak oleh Ardi Wiranata (tunggal putra) dan Eddy Hartono/Rudy Gunawan (ganda putra). Satu medali perunggu juga dikantongi oleh Indonesia dari cabang ini dari Hermawan Susanto (tunggal putra).


Dari 16 medali yang diperebutkan, Indonesia membawa pulang 5 medali, mengalahkan perolehan medali dari Korea dan China (dari cabang bulutangkis).

Alan Budikusuma

 Susy Susanti



Olimpiade Atlanta, 1996


Pada Olimpiade Atlanta tahun 1996, Indonesia hanya mampu meraih satu medali emas dari sektor ganda putra, Rexy Mainaky/Ricky Subagdja.


Indonesia juga mendapatkan satu medali emas oleh si bocah ajaib, Mia Audina.


Susy Susanti yang pada olimpiade sebelumnya meraih medali emas, pada olimpiade kali ini hanya mempu meraih  medali perunggu. Satu lagi medali perunggu dipersembahkan untuk Indonesia oleh ganda putra Antonius Ariantho/Denny Kantono.


Rexy Mainaky/Ricky Subagdja




Olimpiade Sydney, 2000


Kembali ganda putra Indonesia meraih medali emas. Yaitu Tony Gunawan/Chandra Wijaya. Dua medali perak juga dibawa pulang untuk Indonesia tercinta. Hendrawan (tunggal putra) dan Tri Kusharyanto/Minarti Timur (ganda campuran).


China mulai mendominasi daftar peraih medali. Dari 15 medali yang disediakan, China membawa pulang 8 diantaranya (4 emas, 1 perak, 3 perunggu).


Chandra Wijaya/Tony Gunawan




Olimpiade Athena, 2004


Tunggal putra terbaik Indonesia, Taufik Hidayat membawa pulang medali emas ke pangkuan Ibu Pertiwi setelah mengalahkan tunggal putra asal Korea Selatan, Shon Meung Mo.


Dua medali perunggu juga dipersembahkan untuk Indonesia dari tunggal putra (Sony Dwi Kuncoro) dan ganda putra (Flandy Limpele/Eng Hian)


 Shon Meung Mo, Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro

Taufik Hidayat




Olimpiade Beijing, 2008


Tunggal putra terbaik Indonesia memberikan kado terindah untuk ulang tahun Indonesia yang ke 63. Pada tanggal 16 Agustus 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia tercinta, setelah mengalahkan ganda putra terkuat asal China, Cai Yun/Fu Haifeng.


Nova Widianto/Liliyana Natsir yang bermain di sektor ganda campuran juga mempersembahkan satu medali perak untuk Indonesia.


Satu medali perunggu juga dipersembahkan oleh Maria Kristin Yulianti (tunggal putri) untuk Ibu Pertiwi setelah mengalahkan Lu Lan, pemain asal China di perebutan medali perunggu.


Hendra Setiawan/Markis Kido


Nova Widianto/Liliyana Natsir

Maria Kristin Yulianti


Bagaimana dengan Olimpiade London 2012 ? Apakah atlet bulutangkis Indonesia mampu mempertahankan tradisi emas Olimpiade ?


Harus !   \\(^o^)//

Sudah seharusnya kita mendukung atlet-atlet bulutangkis Indonesia agar mereka bisa terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional.


GO BADMINTON !!!
\\(^o^)//

Atlet Bulutangkis Mirip Artis


Ini lagi kurang kerjaan. Makanya aku ngumpulin foto2 pemain bulutangkis dunia yg wajahnya mirip sama artis.
Ini dia, cekidot.... :)

1. Yg pertama, atlet ganda putrinya Indonesia, namanya Anneke Feinya Agustin. Dia ini menurutku mirip sama artis sekaligus anggota DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka.




2. Yg kedua ini atlet tunggal putra asal negeri tirai bambu, Bao Chun Lai. Sekarang dia udah gantung raket alias pensiun. Atlet yg satu ini menurutku mirip sama pemain sinetron indonesia, Rezky Aditya.





3. Selanjutnya adalah Bona Septano. Pemain ganda yg saat ini menjadi ganda putra terbaik Indonesia. Menurutku dan menurut banyak orang, Bona ini muirip buanget sama pemain sinetron indonesia (lagi) yaitu Giovani Tobing. Udah kayak sodara kembar. Liat sendiri kalo gak percaya.




 iya kaaannnn........ :)


 4. Chen Long, pemain tunggal putra dari China, ini mirip sama pembalap Indonesia, Rio Haryanto.




5. Yg kelima adalah pemain ganda campuran dari Indonesia, namanya Debby Susanto. Dia ini mirip sama presenternya Ceriwis, Cici Panda.




6. Ini nich, Prince of Badminton, Lee Young Dae. Pemain bulutangkis asal Korea Selatan, dia ini spesialis ganda (putra ma campuran). Sebenernya banyak yg bilang si Young Dae ini mirip sama Kim Bum. Tapi menurutku enggak. Dia lebih mirip sama Jang Geun Seok. Liat nich....







7. Yg ini adalah atlet favoritku, Liliyana Natsir. Pemain ini spesialis ganda, dan baru meraih juara All England 2012 (di ganda campuran berpasangan dengan Tontowi Ahmad) dan pernah 2 kali menjadi juara dunia bersama Nova Widianto (ganda campuran) yaitu pada tahun 2005 dan 2007. Butet (sapaan akrab Liliyana Natsir) ini menurutku mirip sama artis Indonesia, Gritte Agatha. Tahu kan....





8. Tahu Lin Dan dong.. Tunggal putra asal China itu lho. Dia ini mirip sama itu tuh, presenter apa model ya ? gak tahu deh, pokoknya artis. Namanya Dion Wiyoko.








9. Selanjutnya adalah Peraih medali perunggu olimpiade Beijing 2008 dari sektor tunggal putri, Maria Kristin Yulianti. Si MKY ini digadang-gadang sebagai penerus Susy Susanti, namun sayang, cedera yg dia alami membuat prestasinya turun. Tetep semangat buat MKY. Nah pemain yg satu ini mirip sama penyanyi jebolan Indonesian Idol, Citra Scholastika.








10. Yg ini pemain bulutangkis asal PB Djarum Kudus yg saat ini bermain di sektor ganda campuran bersama Liliyana Natsir. Siapa coba ?

Yup... Dia adalah Tontowi Ahmad. Buanyak yg bilang kalo dia itu mirip sama artis sinetron Galih Ginanjar. Dan menurutku emang mirip banget. Kayak saudara kembar malah. Lihat senyumnya nich..... 







11. Wong Pei Tyi, pemain ganda putri asal negara tetangga, Malaysia. Dia ini mirip sama presenternya Dahsyat, Olga Syahputra.










12. Pemain spesialis ganda dari negeri tempatnya para panda. Yu Yang, saat ini bermain di ganda putri dan ganda campuran. Ini mirip sama mantan presenternya Ceriwis, Indi Barens.







13. Yg terakhir, mereka berdua sesama pemain bulutangkis, yg satu di sektor tunggal putri, yg satu tunggal putra. Yg tunggal putri dari China, yg putra dari Indonesia. Mereka berdua ini mirip banget, udah kayak kakak adek. Ayo siapa ?


Ya, mereka adalah Sony Dwi Kuncoro dan Wang Yihan.







Nah.. Itulah atlet2 bulutangkis yg mirip sama artis menurutku. Mungkin dari teman2 ada yg lain, bisa ditambahkan di comment.

Merci.. :)

Kisah Cinta di Karpet Hijau


Maraknya Kisah Cinta Sesama Pemain Bulu Tangkis
Dari Pengantin Olimpiade hingga Pasangan Juara Dunia

"Witing trisna jalaran saka kulina." Demikian pepatah Jawa untuk menggambarkan kisah cinta yang tumbuh karena kebiasaan bertemu. Tidak hanya dimonopoli oleh suku Jawa, pebulu tangkis kelas dunia dari berbagai negara pun bisa terlibat dalam kisah cinta dengan dasar kulina itu.

"I have a girlfriend also, her name is Wong Mew Choo". Demikian pengakuan tunggal pria terbaik Malaysia Lee Chong Wei yang dilansir dalam situs pribadinya. Juara Indonesia Terbuka 2007 itu terang-terangan mengakui bahwa Mew Choo adalah kekasihnya. Seperti halnya Chong Wei, Mew Choo adalah andalan Malaysia di nomor tunggal wanita.

Itu bukan kisah cinta pertama antarpebulu tangkis. Jauh sebelumnya, pada 1992, kisah cinta yang lebih dramatis terajut di Olimpiade Barcelona. Alan Budikusuma dan Susy Susanti berhasil mengawinkan emas tunggal pria dan wanita. Mereka lantas dikenal sebagai pengantin Olimpiade.

Kisah cinta itu tidak berhenti di lapangan saja. Mereka melanggengkan hubungan tersebut di altar pernikahan pada 9 Februari 1997. "Sudah terlalu lama pacaran, apa lagi kalau bukan menikah," kenang Susy.

Susy yang kini menjadi manajer Tim Uber Indonesia itu tidak menampik anggapan bahwa kisah cintanya berawal dari kerapnya pertemuan di pelatnas dengan Alan.

Di belahan dunia lain, dari Asia Timur, kisah cinta dua insan bulu tangkis terjalin di Korea Selatan (Korsel). Pelatih Timnas Korsel Ra Kyung Ming beristri Kim Dong Moon. Sebelumnya, mereka adalah pasangan di ganda campuran.

Dengan teknologi informasi yang kian maju, pebulu tangkis pelatnas sejatinya bisa memiliki pandangan luas. Jadwal ketat latihan selama enam hari dalam sepekan seharusnya tidak membuat pergaulan mereka terbatas antarsesama pemain pelatnas saja.
Namun, hal itu tidak mematikan munculnya kisah cinta lokasi. Kedekatan dan perasaan senasib membuat banyak kisah cinta terajut di karpet hijau.

Di Pelatnas PB PBSI Cipayung saja, ada beberapa hubungan spesial antarpemain. Maria Kristin Yulianti dikabarkan pernah menjalin asmara dengan Simon Santoso. Namun, keduanya telah putus kini.
Kisah cinta Maria dengan Simon masih menyisakan cerita. Hal tersebut terjadi ketika Indonesia menjadi runner-up Piala Sudirman 2007. Kala itu, Maria harus menghadapi tunggal Inggris Tracey Hallam pada babak semifinal di Glasgow, Skotlandia. Ketika itu, tim Indonesia miskin suporter.
Sewaktu Maria bertanding, Simon mulai mengetuk-ngetukkan botol kosong ke bangku. Tindakan Simon tersebut diikuti oleh pemain Indonesia lain untuk membuat suasana menjadi meriah. "Itu kisah lama," kilah Simon.

Sewaktu Tim Uber bertanding pada semifinal Kamis (15/5), Tommy Sugiarto yang menjadi tunggal keempat Tim Thomas turut hadir meski malam berikutnya harus melawan Korsel. Kabarnya, dia sedang memadu kasih dengan tunggal wanita ketiga Indonesia Pia Zebadiah. Keduanya memang enggan mengakui. Tetapi, Markis Kido, kakak kandung Pia, mengiyakan kenyataan tersebut. "Mereka memang pacaran," ungkapnya.

Kedekatan Tommy dan Pia terlihat saat Djumharbey Anwar meninggal pada Maret lalu. Tommy mendampingi Pia setelah pemakaman usai, bahkan hingga para pelayat lain meninggalkan lokasi.

Kisah cinta lain yang tak kalah menarik terjadi antara pemain ranking satu dunia Lin Dan dengan Xie Xingfang. Keduanya mencetak prestasi romantis saat bersama-sama menjadi juara dunia 2006.
Bahkan, Xingfang sangat melindungi Lin Dan. Hal tersebut terbukti saat Lin Dan dihina oleh fans Taufik Hidayat pada Asian Games 2006 Doha, Qatar. Waktu itu, Xingfang langsung membalas dengan mengatakan bahwa Taufik adalah pemain sombong. Keduanya malah kerap saling mencuri pandang dan membagi senyum saat berlatih maupun bertanding.
 
Copyright 2009 Fath-amorgana. All rights reserved.
Free WordPress Themes Presented by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy